Jelang Valentine, Penjualan Mawar Meningkat

Jelang hari kasih sayang atau valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari, sejumlah pedagang bunga di sentra pasar bunga Rawabelong, Kebonjeruk, Jakarta Barat mulai dibanjiri pesanan. Para pedagang mengaku jumlah pesanan meningkat antara 30 sampai 50 persen jika dibanding hari biasa. Tingginya jumlah pesanan juga disinyalir perayaan valentine tahun ini bertepatan dengan perayaan Imlek yang dirayakan oleh etnis Tionghoa.
“Dibanding hari biasa, jelang valentine beberapa pesanan bunga mawar potong sudah meningkat. Kebanyakan pembeli dan pemesan adalah kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujar Uwan (55), pemilik toko bunga di Jalan Raya Kebonjeruk No 4, Rawabelong, Jakarta Barat, Selasa (9/2).
Selain kalangan mahasiswa dan pelajar, kata Uwan, pesanan juga banyak berasal dari sejumlah perusahaan yang memesan dalam bentuk ucapan selamat tahun baru Imlek.
Uwan mengaku, untuk satu batang mawar potong lokal saat hari biasa dijual seharga Rp 7.000. Sedangkan untuk jenis mawar potong impor asal Belanda dihargai sebesar Rp 30 ribu. Sementara mawar yang terbuat dari bahan kertas dipatok sebesar Rp 5.000. “Ya seperti biasa, jelang valentine harganya kita naikan sekitar 30 persen. Untuk mawar lokal dihargai Rp 10 ribu. Sedangkan mawar impor seharga Rp 50 ribu. Kita berharap penjualan tahun ini dapat meningkat,” harap Uwan.
Pantauan beritajakarta.com, Selasa (9/2) tampak sejumlah pedagang dan perajin bunga hias mulai sibuk merangkai dan mensortir potongan bunga. “Ini pesanan dari sejumlah mal di Jakarta yang memesan potongan bunga segar,” kata Marwan (35), pedagang bunga lainnya pemilik toko Aurora.
Marwan mengungkapkan, untuk memenuhi jumlah pesanan yang semakin meningkat, pihaknya telah menambah jumlah pasokan dari produsen bunga di daerah seperti, Bogor, Sukabumi dan lain sebagainya sebesar 40 persen. “Pasokannya kita tambah untuk jaga-jaga, semoga saja penjualan bunga tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya,” harap Marwan.
Hal serupa juga terjadi pada sejumlah pedagang yang menjajakan makanan untuk merayakan valentine, seperti cokelat. Julia (29), pedagang salah satu toko makanan di Mal Citraland, Grogolpetamburan, Jakarta Barat mengaku menambah stok cokelat hingga 50 persen baik untuk cokelat lokal mapun impor. “Seperti tahun sebelumnya, penjualan biasanya meningkat jelang hari valentine. Kami juga menjual produk cokelat yang dibentuk dengan kreasi khusus atau disesuaikan dengan kemauan pembeli,” jelasnya.
Untuk harga, Julia menjelaskan, cokelat lokal dijual antara Rp 10 sampai 50 ribu per bungkus. Sedangkan untuk cokelat impor dengan merek kenamaan asal Inggris atau Swiss dibanderol dari Rp 50 sampai 100 ribu rupiah per bungkus. “Untuk cokelat pesanan pelanggan dengan kreasi tertentu harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah,” tandasnya.
Penulis: furqon
Sumber: