Hindari Perempatan Jalan Daan Mogot

Mulai Senin (8/6) pekan depan, para pengguna jalan sebaiknya menghindari persimpangan Jl Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebab, jalur di lokasi tersebut akan segara ditutup terkait pembangunan fly over Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1. Karenanya, arus lalu lintas dari arah Grogol menuju Kembangan akan dialihkan melalui Jl Rawa Buaya Raya-Jl Teuku Amir Hamzah berputar di Durikosambi. Sedangkan, arus lalu lintas dari arah Tangerang akan dialihkan melalui Jl Samber Nyawa (Kamal) kemudian berputar di depan Polsek Cengkareng dan kembali ke Jl Daan Mogot.
Pengalihan arus lalu lintas ini akan dilakukan sampai pekerjaan proyek pembangunan fly over selesai. Dan penutupan ruan jalan di perempatan Jl Daan Mogot ini akan dilakukan mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00. "Karena itu, kami mengimbau para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan rute perjalanannya dengan jalur pengalihan tersebut,” kata Oyong Hanna Abidin, Kepala Bidang Media Massa Pemprov DKI Jakarta, di Balaikota, Jumat (5/6).
Atau setidaknya, sambung Oyong, para pengguna jalan dapat menghindari ruas jalan di persimpangan Jl Daan Mogot dengan mencari rute jalan alternatif lainnya. Serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan. "Kalau tidak penting-penting sekali, hindari ruas jalan yang ditutup tadi biar tidak menambah kemacetan," harapnya.
Pelaksanaan pembangunan fly over tersebut untuk mendukung komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Bangun Tjipta Sarana, untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasana jalan tol lingkar luar barat Jakarta pertama atau Jakarta Outer Ring Road West One (JORR W1). Sehingga, target pengoperasian pada November 2009 mendatang bisa tercapai.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bangun Tjipta Sarana, Siswono Yudohusodo, JORR W1 (Kebun Jeruk-Penjaringan) telah selesai dibangun oleh anak perusahaanya, yakni PT Jakarta Lingkar Barat I. Diprediksi jalan tol lingkar luar Jakarta sepanjang 10 kilometer ini sudah bisa dioperasikan pada November tahun ini.
Menurut Siswono, pengoperasian JORR W1 tidak perlu menunggu JORR W2 selesai dibangun. Sebab, sebagian ruas JORR W1 bisa digunakan warga dari Tangerang langsung menuju bandara atau ke kawasan Tanjungpriok. Tentu selama pengoperasian ini, investor akan mengalami penurunan pendapatan. Sebab, tidak seluruh ruas dioperasikan mengingat akses yang terhubung langsung dengan JORR W2 belum bisa dioperasikan. "Sebagai investor, income kita menjadi sangat kecil, tapi itu tidak masalah asalkan JORR W2 bisa cepat diselesaikan," ujarnya.
Siswono memperkirakan, pada tahun pertama, sebelum JORR W2 beroperasi, maka di JORR W1 akan dilintasi sekitar 30 ribu kendaraan. Tetapi setelah JORR W2 selesai, maka diperkirakan dapat menyedot sekitar 60 ribu kendaraan. Sehingga beban jalan tol dalam kota dapat berpindah cukup besar. Total investasi W1 untuk konstruksi Rp 2,3 triliun dan investor mendapat konsesi dari pemerintah 35 tahun.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menekankan jika JORR W1 dan W2 selesai, maka beban lalu lintas di jalan tol S Parman dan Gatot Subroto akan beralih ke JORR W1 dan W2. Sebab, sekarang 100 persen beban lalu lintas dalam kota ada di jalan tol tengah. Jika JORR W1 dan W2 selesai tentu bisa berkurang beban lalu lintas di jalan tol tengah. Diharapkannya, jika JORR W1 dan W2 selesai, akan terjadi peralihan beban lalu lintas di dalam kota, dengan peralihan 60 persen di JORR W1-W2 dan 40 persen di jalan tol S Parman dan Gatot Subroto.
Penulis: lenny
Sumber: