Harga Beras di Pasar Blok-A Jaksel Melambung
Meski intensitas hujan mulai berkurang, sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Blok-A Kebayoranbaru, Jakarta Selatan tetap saja masih menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Melambungnya harga komoditas pokok, seperti beras IR64 dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 membuat sejumlah warga resah. Akibatnya, warga miskin yang biasa membeli 1 liter beras, sekarang hanya sanggup membeli setengahnya saja.
Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada gula dan beras ketan. Saat ini, harga gula mencapai Rp 11.500 per kilo dari harga terakhir yang hanya Rp 10 ribu per kilo. Bahkan, untuk beras ketan mengalami peningkatan cukup tajam dari Rp 8.000 menjadi Rp 11 ribu atau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000.
Munakim (50), pedagang sembako di Pasar Blok A Jakarta Selatan menuturkan, kenaikan harga beras terjadi secara bertahap dan hal ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. "Naiknya secara perlahan dari Rp 200 dan sekarang sudah mencapai Rp 1.000 dari harga awal,"katanya, Selasa (9/2).
Akibat kenaikan tersebut, kata Munakim, beberapa pelanggannya yang berasal dari ekonomi kurang mampu bahkan membeli beras hanya setengah liter. Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun ke pasar agar harga bisa normal kembali.
"Ada juga yang beli hanya setengah liter dan tetap saya layani. Bahkan, ada juga warga yang mencari beras dengan harga di bawah RP 4.000, namun sayangnya sudah tidak ada lagi beras dengan harga segitu,” tuturnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Ade Soeharsono mengakui adanya kenaikan beras dalam beberapa bulan terakhir. Namun, menurutnya, saat ini sudah ada penurunan sekitar Rp 100 per kilogram.
Penurunan ini, katanya, dikarenakan pada Februari dan Maret panen raya sudah dimulai di beberapa daerah penghasil beras seperti di Cianjur. Namun, begitu Ade meminta masyarakat tidak perlu takut karena stok beras untuk DKI Jakarta masih aman. "Stok beras saat ini masih aman, masih ada 142.500 ton," ungkapnya.
Penulis: erna
Sumber: