BROWSE BERITA

DARI MEJA GUBERNUR

UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI TAHUN 2010

 
 

UPAH MINIMUM PROVINSI TAHUN 2010

 
 

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

 
 

MONITORING PEMBERITAAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI APLIKASI KLIPING MEDIA

 
 
DETAIL BERITA

02-07-2008

41 Persen Lulusan SD Tak Tertampung di SMPN

 

Foto: Dok./beritajakarta.com

Untuk kelulusan sekolah dasar (SD) tahun mendatang, para siswa harus belajar ekstra keras lagi agar lulus serta masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Karena SMPN di Jakarta Selatan hanya mampu menampung sekitar 59 persen lulusan SD.

Misalnya saja, pada kelulusan SD tahun 2008 tercatat ada 28.650 siswa sedangkan daya tampung SMPN hanya 16.940 siswa. Artinya, ada sekitar 41 persen lulusan SD yang terpaksa melanjutkan belajarnya di SMP swasta. Justru hal ini bisa dijadikan pemicu agar selama mengenyam pendidikan di SD bisa belajar sebaik mungkin supaya diterima di SMPN.

Hal ini seperti kompetisi bagi seluruh siswa untuk bisa mendapat kursi di SMPN sebanyak 65 sekolah, jika tidak mau melanjutkan di SMP swasta yang berjumlah  35 sekolah. Seperti dituturkan Zaenal, Kasi Pendidikan SD Sudin Pendidikan Dasar Jaksel, Rabu (2/7). Menurutnya, siswa-siswa yang ingin mendapatkan kursi di SMPN harus sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

“Siswa yang mendapatkan kursi di SMPN diprioritaskan sesuai nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tertinggi untuk jumlah nilai standar kelulusan seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA,” ujarnya. Selain jumlah nilai, lanjutnya, umur dan pendaftaran pun juga mempengaruhi siswa untuk bisa masuk ke SMPN.

Kriteria umum calon siswa SMPN adalah masih usia sekolah dengan usia maksimum sampai 14 Juli adalah 18 tahun dan belum menikah, serta memiliki ijazah SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). "Jadi semua kriteria tersebut harus terpenuhi jika ingin masuk SMPN," katanya.

Mohammad Arief, Kasi Pendidikan SMP Sudin Dikdas Jaksel menegaskan, dengan daya tampung terbatas, calon siswa SMPN harus bisa memenuhi kriteria yang disyaratkan. Jadi, tidak ada kesan pilih-pilih untuk terdaftar siswa SMPN karena disesuaikan dengan nilai UASBN yang didapat siswa,” tukasnya. Diakuinya, daya tampung siswa SMPN di Jaksel hanya 16.940 siswa, jadi peserta UASBN tahun mendatang harus mempersiapkannya sedini mungkin dengan belajar keras.

Dari data yang tercatat Sudin Dikdas Jaksel, jumlah kelulusan siswa SMP pada tahun ini meningkat. Tahun ini jumlah siswa yang lulus mencapai 100 persen. Dan salah satu predikat SMP Negeri terbaik tingkat nasional berdasarkan jumlah nilai yang didapat juga diperoleh wilayah Jaksel, yaitu SMP Negeri 115, Tebet.

Sedangkan untuk peringkat tiga besar Ujian Nasional di wilayah Jaksel, kata Arief,  diraih SMPN 115, Tebet, dengan nilai 35,82. Peringkat kedua adalah SMPN 41, Ragunan yang jumlah nilainya 34,49 serta SMPN 19, yang jumlah nilainya 34,19,” paparnya.

Ia menambahkan, siswa yang tak masuk SMPN tak perlu berkecil hati karena masih banyak SMP swasta dengan kualitas belajar yang baik seperti SMP Islam Al-Izhar, SMP Al-Azhar 1-2, serta Lab School Kebayoranbaru.

 

 

Penulis: anton

Sumber: anton

Cetak Berita Ini
 
BERITA LAINNYA

09-02-2010

Harga Beras di Pasar Blok-A Jaksel Melambung

 

09-02-2010

192 Bidang Tanah KBT Segera Dibayar

 

09-02-2010

Jelang Valentine, Penjualan Mawar Meningkat

 

09-02-2010

30 Pelaku UKM Jakbar Dapat SIUP Gratis

 

09-02-2010

Lima Titik Pantau Adipura Jaksel Kumuh

 

09-02-2010

Sistem Satu Arah di Tanahabang Jadi Permanen

 

09-02-2010

Juni, Perda Perlindungan Perempuan & Anak Disahkan

 

09-02-2010

Dharma Wanita DKI Diminta Sosialisasikan Sekolah Kejuruan

 

09-02-2010

Perokok Terancam Tak Dapat JPK-Gakin dan SKTM

 

09-02-2010

437 Tempat Usaha Terapkan Pajak Online

 

 
  ke ataske atas