BROWSE BERITA

DARI MEJA GUBERNUR

TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

PEMBERITAHUAN UNTUK SEMUA KARYAWAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

 
 

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 215 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

TIM ASISTENSI PENANGANAN PEMULANGAN TENAGA KERJA INDONESIA BERMASALAH DAN KELUARGANYA DARI MALAYSIA

 
 
DETAIL BERITA
Halaman ini akan segera diarahkan ke Detail berita di Design Baru. Klik disini untuk langsung menuju halaman tersebut.

27-03-2008

FAKTA: DPRD Seharusnya Terima Hasil Koreksi APBD

 

Foto: wawan/beritajakarta.com

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menyayangkan sikap DPRD DKI Jakarta yang tidak mau menanda tangani  hasil revisi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI tahun 2008 karena ada beberapa usulan program kerja mereka yang dicoret Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“DPRD DKI jangan munafik tidak mau  tandatangani APBD 2008 karena usulan proyek mereka dicoret Depdagri,” kata Azas, Kamis (27/3). “Mereka (DPRD-red) mestinya menerima hasil revisi APBD DKI 2008 yang dilakukan Depdagri,” tegasnya

Azas Tigor mengatakan, seharusnya sebagai wakil rakyat, mereka (DPRD) lebih mengutamakan program yang menyentuh kepentingan publik bukan kepentingan golongan tertentu. “Seharusnya DPRD lebih mengutamakan program yang menyangkut kepentingan publik seperti perbaikan jalan rusak dan peningkatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi E DPRD DKI, Igo Ilham mengungkapkan langkah Pemprov yang terkesan tidak komunikatif dalam menyampaikan hasil koreksi dimana terdapat perubahan pos-pos anggaran dinilainya telah melangkahi hak budgeting yang dimiliki dewan. "Dewan memiliki hak budgeting, kalau tidak dilaporkan hasil koreksi dari Depdagri sama saja mereka (Pemprov DKI-red) tidak menghargai dewan," ujar Igo.

Apalagi hasil koreksi Depdagri tersebut, kata dia, terdapat banyak pos-pos anggaran yang ditetapkan DPRD namun dicoret oleh Depdagri. "Seharusnya mereka memberitahukan lebih awal kalau ada perubahan," ungkapnya.

Igo menuturkan pos anggaran yang telah ditetapkan di Komisi E seperti pengadaan tanah pemakaman dan pengadaan peralatan sekolah anggarannya dipotong bahkan ada yang dihapus.

Igo juga menilai komunikasi di internal dewan sendiri juga perlu diperbaiki. "Dewan kan juga mengirim utusan ke Depdagri, seharusnya utusan tersebut harus memberitahu ke anggota lain apabila ada perubahan," lanjutnya.

 

Penulis: wawan

Sumber: wawan

Cetak Berita Ini
 
BERITA LAINNYA

03-09-2010

Lebaran, Stok Daging dan Beras Aman

 

03-09-2010

6 Ribu Penumpang Padati Stasiun Senen

 

03-09-2010

H-4 Truk Dilarang Melintas di Jakarta

 

03-09-2010

Lebaran, RSUD Cengkareng Tetap Layani Warga

 

03-09-2010

TPS Liar Menjamur di Jakbar

 

03-09-2010

Arus Mudik di Terminal Lebakbulus Masih Normal

 

03-09-2010

30 BUS AKAP Lulus Kir di Terminal Lebakbulus

 

03-09-2010

Lebaran, Perairan Jakarta Dijaga 100 Personil

 

03-09-2010

Tren Pendatang Baru Menurun

 

03-09-2010

Operasi Pasar Efektif Tekan Inflasi

 

 
  ke ataske atas