BROWSE BERITA

DARI MEJA GUBERNUR

TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

PEMBERITAHUAN UNTUK SEMUA KARYAWAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

 
 

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 215 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

TIM ASISTENSI PENANGANAN PEMULANGAN TENAGA KERJA INDONESIA BERMASALAH DAN KELUARGANYA DARI MALAYSIA

 
 
DETAIL BERITA
Halaman ini akan segera diarahkan ke Detail berita di Design Baru. Klik disini untuk langsung menuju halaman tersebut.

18-02-2008

Hemat Air, Masjid Dilengkapi Lubang Resapan Biopori

 

Foto: Dok/beritajakarta.com

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta Barat Eman Sukerman mengimbau kepada pengelola masjid, mushollah, dan sekolah agar membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) dan empang (kolam tanah-red) sebagai penampungan air, agar buangan air dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Kita harus berpikir jauh kedepan, jangan sampai air terus diekspoitasi sehingga air terbuang percuma. Air bekas wudhu itu masih sangat bagus dan masih bisa dimanfaatkan," kata Eman Suherman, Jakarta Barat, Senin (18/2).

Menurutnya, selama ini bekas air yang mengucur dari kran air bekas berwudhu dialirkan atau dibuang begitu saja melalui saluran air atau got yang bercampur dengan air lainnya. Padahal, air bekas wudhu itu masih bisa dimanfaatkan kembali seperti untuk menyiram taman, dan diresapkan ke dalam tanah sebagai air cadangan. 

"Alangkah bijaknya apabila di sepanjang saluran air itu dibuatkan LRB sehingga air tidak terbuang percuma," kata Eman. "Lebih baik lagi selain dibuatkan lubang biopori juga dibuat bak atau empang sebagai tempat penampungan air," katanya.

Ke depan, kata Eman, mungkin di masjid atau musholla akan kesulitan mendapatkan air bersih karena air tanah semakin kering. "Kalau di Jakarta Barat ada ratusan masjid dan musholla  membuat LRB atau bak penampungan air maka ratusan meter kubik air sisa buangan air wudhu  dapat diselamatkan dan tidak terbuang percuma,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Eman, untuk lebih mengoptimalkan manfaat air bekas air wudhu di musholla atau masjid akan lebih bijak apabila dipilih kran air yang tidak terlalu banyak mengeluarkan air. "Kita perlu melakukan asas hemat air. Agama juga mengajarkan agar kita tidak boros," kata Eman.

Pihaknya, imbuh Eman, juga sudah melakukan koordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Pemkot Jakarta Barat untuk merealisasikan program pembuatan lubang biopori di masjid dan musholla tersebut. "Kami siap memberikan petunjuk teknis pembuatan lubang biopori itu," ujarnya.

Lebih lanjut Eman menuturkan, saat musim hujan seperti sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk membuat lubang biopori itu, karena masih banyak air yang mengalir dan bisa diresap melalui lubang biopori. "Kalau sudah musim kemarau, tidak ada lagi air yang mengalir dan bisa diresap oleh tanah," jelasnya.

Dia menambahkan, manfaat lubang biopori untuk meningkatkan laju peresapan air hujan kedalam tanah sehingga tidak terbuang percuma mengalir kepermukaan yang dapat menyebabkan banjir dimusim hujan dan kekeringan dimusim kemarau. Selain itu juga menghindari terjadinya genangan air yang menyebabkan merebaknya penyakit DBD.

Eman mengatakan di sekitar halaman kantor Walikota Jakarta Barat sejak dicanangkan oleh Wali Kota Fadjar Panjaitan beberapa bulan lalu kini sudah dibuat sebanyak 105 lubang biopori.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Sudin Dikmenti dan Dikdas Jakarta Barat untuk meresalisasikan pembuatan LRB di lingkungan sekolah. Kami sudah melakukan sosialisasi tentang lubang resapan biopori di sejumlah SMA  Negeri di Jakarta Barat," ujarnya.

Selain itu, ujar Eman, pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan para camat dan lurah untuk menindak lanjuti program LRB yang sangat bermanfaat itu. "Kami berharap masyarakat juga peduli terhadap masalah lingkungan hidup untuk memanfaatkan air seoptimal mungkin," tukasnya.

 

Penulis: udin

Sumber: udin

Cetak Berita Ini
 
BERITA LAINNYA

03-09-2010

6 Ribu Penumpang Padati Stasiun Senen

 

03-09-2010

H-4 Truk Dilarang Melintas di Jakarta

 

03-09-2010

Lebaran, RSUD Cengkareng Tetap Layani Warga

 

03-09-2010

TPS Liar Menjamur di Jakbar

 

03-09-2010

Arus Mudik di Terminal Lebakbulus Masih Normal

 

03-09-2010

30 BUS AKAP Lulus Kir di Terminal Lebakbulus

 

03-09-2010

Lebaran, Perairan Jakarta Dijaga 100 Personil

 

03-09-2010

Tren Pendatang Baru Menurun

 

03-09-2010

Operasi Pasar Efektif Tekan Inflasi

 

03-09-2010

11.156 Botol Miras Dimusnahkan

 

 
  ke ataske atas