BROWSE BERITA

DARI MEJA GUBERNUR

UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI TAHUN 2010

 
 

UPAH MINIMUM PROVINSI TAHUN 2010

 
 

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

 
 

MONITORING PEMBERITAAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI APLIKASI KLIPING MEDIA

 
 
DETAIL BERITA

14-02-2008

Pemkot Jakpus Sosialisasikan Biopori

 

Foto: Dok./beritajakarta.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan sosialisasi tentang program Jakarta Green and Clean serta pemanfaatan lubang Biopori, Kamis (14/2). Sosialisasi tersebut diikuti para camat dan lurah serta berbagai organisasi kemasyarakatan se-Jakarta Pusat. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan terobosan baru dalam  penanganan banjir, pemanfaatan air tanah, serta kebersihan lingkungan di Ibu Kota Jakarta.

Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang adanya biopori dan kurangnya kesadaran warga tentang kebersihan dan penghijauan lingkungan di tempat tinggal masing-masing. "Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkunganya dapat ditingkatkan lagi," ujar Wali Kota Jakarta Pusat, Muhayat. 

Eks Kepala Biro Humas dan Protokol DKI Jakarta itu menjelaskan, sistem biopori yang ditemukan pertama kali di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki berbagai kelebihan dalam penerapanya. Selain tidak membutuhkan biaya yang besar dan lahan yang luas, juga sangat mudah dilakukan.

"Sistem penyerapan air hujan melalui lubang biopori merupakan terobosan yang besar manfaatnya, terutama bagi kota Jakarta, karena sesuai dengan karakteristik lingkungan ibu kota. Selain itu, keefektivitasanya juga sudah teruji" ujarnya.

Biopori memiliki fungsi sebagai lubang penyerap genangan air akibat hujan, serta menyimpanya di dalam tanah. Dibuat dengan cara melubangi tanah dengan diameter 10 centimeter hingga 15 centimeter dengan kedalaman satu meter.

Green and Clean ini, menurut Muhayat, harus terus dilakukan. Green yang berarti penghijauan harus dilakukan dengan cara menanam pohon di lingkungan terdekat yaitu rumah. Sedangkan clean yang berarti kebersiahn adalah menanggulangi masalah sampah. Yang satu ini sudah dilakukan di beberapa kelurahan di Jakarta Pusat di antaranya di Kelurahan Cempakabaru dan Bungur.

"Warga di Cempakabaru dan Bungur telah mulai mendaur ulang sampah rumah tangga mereka dan merubahnya menjadi pupuk cair yang dimanfaatkan untuk memupuk tanaman yang di pekarangan rumah mereka,” terangnya.    

Dalam acara sosialisasi tersebut juga diperkenalkan mesin pembuat biopori oleh salah satu perusahaan terkenal yang dapat membuat sebuah lubang hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit. Alat itu berbentuk mobil traktor mini yang dilengkapi dengan sebuah bor besar pembuat lubang biopori. Alat itu sempat diujicoba untuk membuat lubang biopori di lingkungan kantor Walikotamadya Jakpus.

 

Penulis: purwoko

Sumber: Purwoko

Cetak Berita Ini
 
BERITA LAINNYA

09-02-2010

Harga Beras di Pasar Blok-A Jaksel Melambung

 

09-02-2010

192 Bidang Tanah KBT Segera Dibayar

 

09-02-2010

Jelang Valentine, Penjualan Mawar Meningkat

 

09-02-2010

30 Pelaku UKM Jakbar Dapat SIUP Gratis

 

09-02-2010

Lima Titik Pantau Adipura Jaksel Kumuh

 

09-02-2010

Sistem Satu Arah di Tanahabang Jadi Permanen

 

09-02-2010

Juni, Perda Perlindungan Perempuan & Anak Disahkan

 

09-02-2010

Dharma Wanita DKI Diminta Sosialisasikan Sekolah Kejuruan

 

09-02-2010

Perokok Terancam Tak Dapat JPK-Gakin dan SKTM

 

09-02-2010

437 Tempat Usaha Terapkan Pajak Online

 

 
  ke ataske atas