BROWSE BERITA

DARI MEJA GUBERNUR

TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

PEMBERITAHUAN UNTUK SEMUA KARYAWAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

 
 

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 215 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN KINERJA DAERAH

 
 

TIM ASISTENSI PENANGANAN PEMULANGAN TENAGA KERJA INDONESIA BERMASALAH DAN KELUARGANYA DARI MALAYSIA

 
 
DETAIL BERITA
Halaman ini akan segera diarahkan ke Detail berita di Design Baru. Klik disini untuk langsung menuju halaman tersebut.

14-02-2008

Pemkot Jakpus Sosialisasikan Biopori

 

Foto: Dok./beritajakarta.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan sosialisasi tentang program Jakarta Green and Clean serta pemanfaatan lubang Biopori, Kamis (14/2). Sosialisasi tersebut diikuti para camat dan lurah serta berbagai organisasi kemasyarakatan se-Jakarta Pusat. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan terobosan baru dalam  penanganan banjir, pemanfaatan air tanah, serta kebersihan lingkungan di Ibu Kota Jakarta.

Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang adanya biopori dan kurangnya kesadaran warga tentang kebersihan dan penghijauan lingkungan di tempat tinggal masing-masing. "Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkunganya dapat ditingkatkan lagi," ujar Wali Kota Jakarta Pusat, Muhayat. 

Eks Kepala Biro Humas dan Protokol DKI Jakarta itu menjelaskan, sistem biopori yang ditemukan pertama kali di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki berbagai kelebihan dalam penerapanya. Selain tidak membutuhkan biaya yang besar dan lahan yang luas, juga sangat mudah dilakukan.

"Sistem penyerapan air hujan melalui lubang biopori merupakan terobosan yang besar manfaatnya, terutama bagi kota Jakarta, karena sesuai dengan karakteristik lingkungan ibu kota. Selain itu, keefektivitasanya juga sudah teruji" ujarnya.

Biopori memiliki fungsi sebagai lubang penyerap genangan air akibat hujan, serta menyimpanya di dalam tanah. Dibuat dengan cara melubangi tanah dengan diameter 10 centimeter hingga 15 centimeter dengan kedalaman satu meter.

Green and Clean ini, menurut Muhayat, harus terus dilakukan. Green yang berarti penghijauan harus dilakukan dengan cara menanam pohon di lingkungan terdekat yaitu rumah. Sedangkan clean yang berarti kebersiahn adalah menanggulangi masalah sampah. Yang satu ini sudah dilakukan di beberapa kelurahan di Jakarta Pusat di antaranya di Kelurahan Cempakabaru dan Bungur.

"Warga di Cempakabaru dan Bungur telah mulai mendaur ulang sampah rumah tangga mereka dan merubahnya menjadi pupuk cair yang dimanfaatkan untuk memupuk tanaman yang di pekarangan rumah mereka,” terangnya.    

Dalam acara sosialisasi tersebut juga diperkenalkan mesin pembuat biopori oleh salah satu perusahaan terkenal yang dapat membuat sebuah lubang hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit. Alat itu berbentuk mobil traktor mini yang dilengkapi dengan sebuah bor besar pembuat lubang biopori. Alat itu sempat diujicoba untuk membuat lubang biopori di lingkungan kantor Walikotamadya Jakpus.

 

Penulis: purwoko

Sumber: Purwoko

Cetak Berita Ini
 
BERITA LAINNYA

03-09-2010

6 Ribu Penumpang Padati Stasiun Senen

 

03-09-2010

H-4 Truk Dilarang Melintas di Jakarta

 

03-09-2010

Lebaran, RSUD Cengkareng Tetap Layani Warga

 

03-09-2010

TPS Liar Menjamur di Jakbar

 

03-09-2010

Arus Mudik di Terminal Lebakbulus Masih Normal

 

03-09-2010

30 BUS AKAP Lulus Kir di Terminal Lebakbulus

 

03-09-2010

Lebaran, Perairan Jakarta Dijaga 100 Personil

 

03-09-2010

Tren Pendatang Baru Menurun

 

03-09-2010

Operasi Pasar Efektif Tekan Inflasi

 

03-09-2010

11.156 Botol Miras Dimusnahkan

 

 
  ke ataske atas