BERITAJAKARTA.COM — 08-02-2010 13:13
Memberi angpau adalah hal yang biasa dilakukan warga keturunan Tionghoa di hari Imlek. Namun, tidak banyak di antara kita yang tahu, bahwa memberi angpau bagi warga keturunan Tionghoa adalah sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan kesejahteraan yang diberikan Tuhan selama ini dengan cara berbagi kepada sesama. Selain memberi angpau, biasanya warga Tionghoa mengisi Imlek dengan beragam cara mulai dari potong rambut untuk membuang sial seperti yang dilakukan warga Tionghoa di Tangerang atau menyelenggarakan pertujukkan seni barongsai yang kerap dilakukan warga Tionghoa di Glodok, Jakarta Barat.
Budi Hartono (42), warga Jl Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat mengakui, tradisi angpau telah dijalankan secara turun-temurun dalam keluarganya. Menurut Budi, tradisi pemberian angpau merupakan bentuk syukur atas karunia Tuhan yang telah memberikan limpahan rezeki selama satu tahun terakhir dan sebagai pernyataan syukur karena masih diberikan nikmat panjang umur untuk bisa memulai hidup di tahun baru Imlek tersebut.
Dalam terminologi Cina, kata Budi, angpau biasa disebut dengan wang, dan umumnya diberikan kepada anak-anak Tionghoa. Biasanya angpau atau wang dibungkus kertas kantong berwarna merah berhiaskan garis-garis atau tulisan berwarna emas, dan di dalamnya berisi uang dalam jumlah bervariasi besar kecilnya. Angpau diberikan sejak pagi hari di tahun baru. Tradisi ini pun selalu disambut gembira oleh anak-anak karena akan mendapatkan uang jajan lebih dari biasa yang diberikan orangtua mereka.
“Bagi orang yang belum menikah, angpau bisa menjadi spirit untuk cepat mendapatkan jodoh dan melancarkan rezeki,” jelas Budi kepada beritajakarta.com, Senin (8/2).
Budi menceritakan, tradisi angpau menjadi begitu familiar saat ini setelah rezim Orde Baru runtuh. Sebab, di saat Orde Baru berkuasa sesuatu yang berbau Tionghoa menjadi hal yang tabu dilakukan. Namun, setelah rezim Orde Baru ini tumbang, tradisi angpau mulai dilakukan kembali oleh masyarakat Tionghoa Indonesia khususnya Jakarta. Tak heran, saat perayaan Imlek, angpau selalu dinanti anak-anak dari keturunan Tionghoa.