|
|
|
|
Ibu Negara Kunjungi Posyandu Matahari II Ratusan Warga Jl Kramat III RW 10, Kelurahan Lubangbuaya, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/12) berbondong-bondong mendatangi Posyandu Matahari II. Mereka membawa balitanya untuk diperiksa di posyandu tersebut. Yang menarik, kegiatan ini dihadiri oleh Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Ny Tatiek Fauzi Bowo. Bahkan kedua isteri pejabat pemerintah ini menyempatkan diri untuk memberikan imunisasi polio. Kehadiran mereka juga disambut hangat kaum ibu dan anak-anak yang berebut hanya untuk dapat bersalaman dengan Ny Ani Yudhoyono dan Ny Tatiek Fauzi Bowo. Kegembiraan juga terpancar dari raut wajiah Atikah (29), satu warga setempat. Ia mengaku senang karena Asyifa (5 bulan), anak semata wayangnya mendapat imunisasi langsung dari istri orang nomor satu di negeri ini. “Alhamdulillah akhirnya saya bisa berjabat tangan dengan Ibu Presiden, Ny Ani Yudhoyono. Yang lebih senang lagi adalah saat anak saya digendong Ibu Presiden, mudah-mudahan sentuhan tangannya bisa membawa keberkahan buat anak saya,” ungkap Atikah, warga RW 10, Lubangbuaya. Hal yang sama juga diungkapkan Ina (10) pelajar SDN 07 Lubangbuaya. Ia merasa bangga bisa berdiri dan foto bersama dengan ibu negara. Bahkan, Ina yang rencananya akan bercerita di depan Ani Yudhoyono sempat grogi. “Aduh, saking groginya saya lupa cerita apa yang akan disampaikan di hadapan ibu presiden. Saya nggak percaya, bisa berdiri berdampingan dengan ibu presiden,” ucapnya. Sejatinya, kehadiran Ny Ani Yudhoyono dan Ny Tatiek Fauzi Bowo di Posyandu Matahari II ini untuk meninjau kegiatan di posyandu tersebut. Turut serta dalam tinjauan itu antara lain adalah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Ny Eka Murdhani, Okke Hatta Rajasa, Ratna Djoko Suyanto, Ning Sudi Silalahi, dan Vitri Malarangeng. Dalam kesempatan tersebut, Ny Ani Yudhoyono secar simbolis juga memberikan bantuan MP ASI (makanan pendamping-air susu ibu) kepada ibu balita berupa 6 ton biskuit yang akan didistribusikan ke seluruh posyandu di DKI Jakarta. Ia juga memberikan Kartu Menuju Sehat (KMS) baru yaitu KMS perempuan dan KMS laki-laki, Home Economic Set kepada kader posyandu, serta menyerahkan Posyandu Kit kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta. Ia mengaku gembira dapat hadir di Posyandu Matahari II dan bertatap muka dengan masyarakat sekitar serta para kader posyandu yang telah mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. “Untuk menyegarkan ingatan kita semua, kegiatan posyandu pada pelaksanaannya dikelola dan diselenggarakan oleh, dari, untuk dan bersama masyarakat dengan dukungan teknis dari masyarakat guna mempercepat penurunan angka kematian ibu dan balita,” tegas Ani Yudhoyono. Dalam kegiatan posyandu, ada Gerakan Sayang Ibu yang dilakukan masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan. Selain menurunkan angka kematian karena hamil, nifas dan melahirkan, juga untuk menurunkan angka kematian bayi. “Sebetulnya saya berharap gerakan sayang ibu ini tidak hanya ditujukan kepada ibu-ibu yang hamil, tetapi kepada seluruh ibu Indonesia,” katanya. “Khusus di DKI Jakarta saya bangga mendengar posyandu sudah cukup merata di seluruh RW. Kualitas dan aktivitas posyandu di DKI Jakarta membuat kita berbesar hati, ini dibuktikan dengan program-program yang telah digalakkan. Masyarakat tentu akan semakin termotivasi untuk berkunjung ke posyandu secara rutin dan berpengaruh postif terhadap penyelenggaraan perkembangan posyandu itu sendiri,” ungkap Ny Ani Yudhoyono. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Tatiek Fauzi Bowo mengatakan, Posyandu Matahari II nantinya akan mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam lomba Posyandu Nasional. Diharapkan, posyandu ini dapat keluar sebagai juara umum dalam lomba tersebut. Selama ini, DKI Jakarta telah meluncurkan program gebyar posyandu yang dilaksanakan secara terpadu. Kegiatan ini sekaligus untuk merespon tujuh pesan Presiden SBY, yakni aktifkan kembali posyandu, periksakan ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan, berikan imunisasi lengkap kepada bayi dan balita, timbanglah bayi dan balita, berantas nyamuk dengan 3M, jagalah lingkungan agar tetap bersih, serta ikuti program keluarga berencana. Posyandu di Jakarta sudah tersebar secara merata di setiap RW. Rinciannya 491 posyandu di Jakarta Pusat, 579 posyandu di Jakarta Utara, 752 posyandu di Jakarta Barat, 1.205 posyandu di Jakarta Selatan, 1.089 posyandu di Jakarta Timur, dan 32 posyandu di Kabupaten Kepulauan Seribu. “Jadi jumlah posyandu mencapai 4.148 unit, dengan kader posyandu sebanyak 26.414,” ujar Ny Tatiek Fauzi Bowo. Setiap posyandu memiliki 6 petugas atau kader aktif. Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, mengatakan bahwa keberadaan posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi besar dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. “Perkembangan posyandu menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya. Jumlah posyandu meningkat dari sekitar 232.000 pada tahun 2004 menjadi 267.000 tahun 2007. Masyarakat Indonesia hendaknya memahami, menyadari, dan berupaya untuk hidup sehat karena sehat itu indah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kesehatan di Indonesia yakni Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan. Ada lima yang dianut seluruh jajaran kesehatan di Indonesia pada tahun 2009-2014 yaitu pro-rakyat, inklusif, responsif, efektif, dan bersih.
|
![]()
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |