|
|
|
|
Ratusan Obat Kuat dan Alat Bantu Seks Disita Maraknya peredaran obat kuat ilegal di Jakarta Timur membuat pemerintah setempat langsung melakukan razia. Hasilnya, dari lima lokasi berbeda, petugas menyita ratusan obat kuat dan alat bantu seks. Tidak hanya menyita obat kuat, petugas juga menertibkan 32 kios yang menjual berbagai jenis obat ilegal tersebut. Menggunakan 20 kantung besar, petugas gabungan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta langsung membawa seluruh barang sitaan ke laboratorium. Papan nama di seluruh kios yang digeledah langsung dicopot dan dicat hitam. Dalam penertiban Kamis (20/8), petugas menyisir toko obat kuat mulai Jl Basuki Rahmat, Jl Kolonel Sugiyono, Jl Raya Bekasi, Jl Dewi Sartika, hingga ke Pusat Grosir Cililitan (PGC). Satu per satu kios yang ditemui langsung digeledah puluhan petugas. Obat-obatan yang berhasil disita meliputi, viagra, vialis, Sidenafil, dan Tadalafil. Selain obat kuat, petugas juga menyita berbagai alat peraga atau alat bantu seks yang harganya Rp 300 ribu-Rp 3 juta Para pemilik kios tersebut telah melanggar beberapa ketentuan dalam penjualan obat keras. Misalnya sarana yang ilegal dan sistem pendistribusian yang menyalahi aturan. Parahnya lagi, penjualnya bukanlah ahli dari bidang farmasi. ”Obat kuat seperti itu sangat berbahaya, karena setiap obat keras harus dijual dengan resep dokter. Penjualannya pun harus ditangani oleh apoteker atau ahlinya,” kata Mawardinur, Kasi Sumber Daya Kesehatan, Sudin Kesehatan Jaktim, Kamis (20/8). Karenanya Mawardinur mengajak kepada masyarakat agar tidak tergiur untuk mengonsumsi obat kuat yang dijual di pinggir jalan. ”Jika ingin membeli obat kuat, bisa membeli di apotek terdekat karena akan ditangani langsung oleh apoteker atau asistennya,” tambahnya. Makro Pasarrebo Digeledah Aparat kepolisian bekerja sama dengan BPOM juga merazia makanan kadaluarsa di sebuah pusat perbelanjaan Makro di kawasan Pasarrebo. Di sini petugas menemukan puluhan makanan seperti tape ketan, daging mentah, baso, nugget, mayoneis yang sudah tidak laik jual. Selain itu, petugas juga menyita berbagai jenis produk bahan makanan yang dikemas seperti sarden, susu kental cair dan minuman yang kemasannya telah rusak atau penyok. Petugas juga menyita sejumlah makanan yang tidak terdapat tanggal kadaluarsanya. Karena kelalaian ini, Asisten Manager Makro, Pasarrebo, Asmiri Anwar mengatakan, akan lebih memperketat semua bahan makanan yang masuk ke Makro. ”Tentunya kami akan mengoreksi setiap barang atau makanan yang masuk ke Makro. Jika tidak terdapat tanggal kadaluarsanya akan segera dikembalikan kepada pihak produsen,” janjinya.
|
![]()
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |