|
|
|
|
Foke: Anak Harus Berani Katakan Stop Merokok Sekitar 600 anak-anak berkumpul di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (2/8). Tapi kedatangan mereka bukan untuk berdemo, melainkan untuk merayakan Hari Anak Nasional (HAN) dan bertatap muka dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo serta Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dalam kegiatan yang diprakarsai lembaga swadaya masyarakat forum warga kota Jakarta (LSM FAKTA) ini, anak-anak bisa berdialog langsung dengan dua pimpinan tersebut. Diki (10), dengan polos bertanya kepada Fauzi Bowo tentang kiat-kiat untuk menjadi gubernur. "Saya mau tanya? Bagaimana sih caranya menjadi gubernur?" kata Diki. Dengan tegas Fauzi Bowo mengatakan, setiap orang yang mau menjadi pemimpin harus rajin belajar biar menjadi pintar. Jika pintar dan banyak pengetahuan, maka orang tersebut bisa mengenali setiap masalah dan pada akhirnya disukai masyarakat. "Karena kalau bodoh pasti tidak akan ada yang memilih jadi gubernur. Karena itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah harus rajin ibadah, rajin belajar, dan menempuh jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi. Dengan pengetahuan kita jadi bisa mengenali setiap masalah," jawab Fauzi Bowo. Lain halnya dengan Tias (11). Ia menanyakan tentang cara menghentikan kebisaan buruk merokok. Apalagi, selama ini orangtuanya merupakan perokok berat. "Bapak saya sampai sekarang masih merokok, bagaimana cara menghentikannya?" tanya Tias. Mendengar pertanyaan ini, gubernur sangat antusias. Menurutnya, kesadaran inilah yang patut ditumbuhkan dalam diri anak-anak. Sehingga, generasi penerus bisa menjadi agen perubahan untuk menghentikan budaya merokok. Sebab, kebiasaan buruk ini bisanya pertama kali terpengaruh dari lingkungan keluarga. Artinya, kalau orangtuanya perokok pasti tidak bisa mencegah anaknya untuk tidak merokok. Karenanya, gubernur dengan simpatik menjawab agar Tias harus memberanikan diri meminta orangtuanya agar menghentikan kebiasaan merokoknya. "Tias harus berani bertanya sama bapak. Masih mau jadi bapak saya atau tidak? Kalau masih, sekarang harus mau berhenti merokok begitu," jawab pria yang akrab disapa Foke itu. Sementara Lulu (11), bertanya kepada Fauzi Bowo tentang suka duka menjadi gubernur. Dan Fauzi menjawab, sukanya menjadi gubernur adalah jika dapat berkumpul dengan anak-anak seperti saat ini. Karena anak-anak berkumpul dengan perasaan ikhlas, tidak ada yang berpura-pura. "Dan dukanya ya kalau bertemu dengan orang-orang yang suka sandiwara. Karena banyak warga Jakarta yang bersandiwara," kata gubernur. Selain kepada gubernur, pertanyaan kepada wapres juga tak kalah menariknya. Misalnya pertanyaan yang disampaikan Kiki (12). "Apa pendapat Pak Wapres tentang adanya teror bom yang terjadi di mana-mana?" tanya Kiki. Dan wapres menjawab, kalau terjadi ledakan bom, polisi harus segera mencari pelakunya, mencari apa motifnya, dan segera melarikan korbanya ke rumahsakit. "Kemudian bangunan yang rusak juga harus segera diperbaiki," imbuh wapres. Kecerdasan dan sifat kritis anak-anak yang menggelitik tersebut ternyata mendapat sambutan antusias dan simpatik dari kedua tokoh pemerintahan tersebut. "Ternyata anak-anak dapat memahami tentang masalah rokok, preman bahkan aksi-aksi teror. Mereka dapat berpikir praktis," kata Jusuf Kalla. Demikian juga disampaikan Fauzi Bowo. Ia mengatakan perkembangan pola berpikir anak-anak sekarang jauh lebih maju daripada anak-anak zaman dulu. Ketua LSM Fakta, Azas Tigor Nainggolan, mengatakan, kegiatan ini bertujuan membina anak-anak agar mengerti bahaya rokok dan juga belajar mencintai kota Jakarta. Karenanya, kegiatan ini mengambil dua tema sekaligus yakni, "Aku Anak Jakarta, Sehat Tanpa Rokok dan Narkoba" dan "Andai Aku Jadi Gubernur". "Dengan kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengawasi orang dewasa yang masih merokok dan menegur agar tidak merokok lagi. Selain itu, mereka juga tahu bagaimana mencintai kotanya dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah," tukas Tigor.
|
![]()
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |