Home

Tambah Satu Stasiun, Proyek MRT Butuh Dana Tambahan Rp 1 Triliun


Ilustrasi

BERITAJAKARTA.COM — 09-03-2010 18:51
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah satu stasiun bawah tanah (underground), dari empat stasiun yang ditetapkan sebelumnya dalam basic design (disain dasar) Mass Rapid Transit (MRT). Sehingga perlu ada penambahan anggaran sebesar 100 juta dollar Amerika atau sekitar Rp 1 triliun, untuk penambahan satu stasiun yang akan ditempatkan di depan Masjid Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Kebayoranbaru.

Semula, jumlah stasiun MRT dengan rute Lebak Bulus–Dukuh Atas terdiri dari 12 stasiun, dengan empat stasiun di bawah tanah dan delapan stasiun elevated. Empat stasiun di bawah tanah itu terdapat di Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas. Sedangkan delapan stasiun elevated yakni mulai dari Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, perubahan itu sangat perlu untuk menjaga kondisi lalu lintas di jalur protokol. Dari segi tata ruang, akan lebih bernilai estetika jika jalur bawah tanah dimulai dari Senayan, tepatnya di depan Masjid Al Azhar kemudian menyambung ke Stasiun Istora Senayan (Ratu Plaza). Sehingga jalur rel MRT sepanjang Patung Pemuda harus di bawah tanah semuanya hingga ke Dukuh Atas. Sebab, jika stasiunnya dipertahankan di atas jalan maka harus memindahkan Patung Pemuda.

Perubahan disain itu membutuhkan tambahah dana yang cukup besar yaitu 100 juta dollar Amerika. “Untuk pembiayaan penambahan proyek itu, akan diupayakan dari bridging financing (peminjaman dana tambahan) ke pihak Jepang. Dalam waktu dekat ini PT MRT dan Jepang akan membicarakan hal ini,” kata Fauzi Bowo usai mendengar paparan PT MRT Jakarta di Balaikota, Selasa (9/3).

Dalam pertemuan tersebut, selain membahas perubahan disain, juga masalah pembangunan depo di Lebak Bulus. Ada dua alternatif disain yang akan dibangun, yaitu at-grade atau rata tanah dan elevated. Dari dua opsi itu, PT MRT diberikan waktu satu bulan untuk melakukan kajian, kemudian setelah itu harus memberikan hasil kajiannya kepada dirinya. Sehingga ia bisa memutuskan opsi mana yang akan diterapkan.

Gubernur juga meminta agar integrasi antara PT MRT dan PT KAI bisa segera dilaksanakan secepatnya, untuk meningkatkan kapasitas layanan dan penumpang transportasi berbasis rel di Jakarta. Peningkatan kapasitas itu, dimungkinkan jika ada feeder yang terintegrasi. Karenanya ia meminta agar penyediaan feeder ini menjadi kajian oleh Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Daerah.

Tak hanya itu, PT MRT juga diminta segera membahas rencana pengembangan MRT jalur barat yang akan memasuki kawasan Tangerang dan Bekasi. Diharapkan rencana pembangunan rute baru ini bisa berjalan pararel dan tidak perlu menunggu konstruksi selesai sampai rute Dukuh Atas-Kota rampung.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo menyebutkan, tujuan perubahan disain jumlah stasiun tidak lebih untuk menjaga keindahan dan kenyamanan lalu lintas di jalan protokol. Diharapkan di jalur protokol itu tidak ada jalur elevated yang dapat menimbulkan kesemrawutan lalu lintas. “Jadi bukan karena gara-gara ada Patung Pemuda,” tukasnya.

Perubahan ini diperkirakan akan menambah sekitar 900 meter luas lahan di bawah tanah. Jika tadi dimulai dari depan Ratu Plaza maka sekarang sebelum Ratu Plaza rel sudah di bawah tanah. Proses pelaksanaan proyek saat ini masih dalam studi disain dasar dan belum mendetail. Bahkan baru memasuki tahap plenary design sehingga masih dimungkinkan dilakukan perubahan. Perubahan itu, dalam waktu 3 bulan sudah harus diajukan untuk dipertimbangkan dalam rencana desain dasar, sehingga tidak mengganggu waktu pelaksanaan proyek.

Total anggaran dalam rute 1 MRT (Lebak Bulus-Dukuh Atas) sebelumnya diperkirakan mencapai 120 miliar yen yang sebagian besar dibiayai dari dana pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Dengan penambahan dana itu, PT MRT akan membahas kenaikan itu dalam rencana kunjungan kerja ke Jepang sekaligus membahas masalah teknis dan studi banding terkait Integrasi dengan moda transportasi yang lain, sistem kontrol dan konsep training operator. Sedangkan terkait tender dokumen untuk operator pelaksana, saat ini sedang dilaksanakan dan ditargetkan rampung akhir tahun 2011. Pelaksanaan proyek fisik bisa dimulai pada 2012.

 

Reporter: lenny

Dibaca: 519 kali  

Foto   Video   Audio
Tidak ada foto
 
Tidak ada video
 
Tidak ada audio



 Video Terbaru Lainnya  
03-09-2010
Menko Kesra Agung Laksono Buka Bazar Migor di Jakut
03-09-2010
Apel Siaga Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1431 H
02-09-2010
Gubernur Buka Puasa Bersama Pegawai Pemprov DKI Jakarta

 Potret Jakarta Lainnya  
Pemprov DKI Gelar Razia Makanan Kadaluarsa Jelang Lebaran

 
Lihat Jadwal
 
BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta
Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com