|
|
|
|
Lima Titik Pantau Adipura Jaksel KumuhPemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) tampaknya harus berjuang ekstra keras mempertahankan piala Adipura tahun ini. Bagaimana tidak, memasuki penilaian tahap pertama saja, tim penilai masih menemukan lima titik lokasi penilaian yang masih kotor. Hal tersebut disampaikan tim penilai Adipura 2010 saat memaparkan penilaian tahap pertama di kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (9/2). Kelima titik tersebut antara lain, pemukiman penduduk, pasar, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, sekolah, serta terminal. Untuk pemukiman penduduk terdapat di RW 10 Cipulir dan RW 05 Mampangprapatan. Kemudian untuk lokasi pasar terdapat di Pasarminggu, Pasar Tebettimur, Pasar Tebetbarat, dan pasar Mayestik. Lalu untuk TPA sampah terdapat di dalam terminal Lebakbulus. Sedangkan untuk sekolah terdapat di SD Negeri 01, 02, 03, dan 04 Petukanganutara, Pesanggrahan. Dan untuk lokasi terminal adalah, Terminal Lebakbulus dan Terminal Ragunan. Saat paparan, tim penilai masih menemukan kurangnya penghijauan dan kebersihan di lokasi pemukiman dan sekolah. Selain itu, masalah tumpukan sampah juga masih menjadi kendala dan ditemukan di lokasi lainnya seperti terminal serta pasar sehingga membuat kawasan tersebut terkesan kumuh. Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi mengatakan, pihaknya akan bekerja keras menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungan untuk mempertahankan piala Adipura 2010. Mengingat masih banyaknya nilai minus yang diberikan tim penilai, Syahrul mengajak seluruh pihak, terutama camat dan lurah untuk menjaga kawasan agar selalu bersih di wilayahnya masing-masing. “Saya harap camat dan lurah bekerja sama dengan PKK menangani masalah kebersihan, penghijauan, serta pengolahan sampah,” ujarnya. Syahrul juga menambahkan, untuk mendukung program penanaman pohon di Jakarta Selatan, dirinya telah mengimbau camat dan lurah untuk melakukan penanaman sebanyak 100 pohon sehari di wilayahnya masing-masing. Dengan begitu, dia berharap target penanaman 10 ribu pohon akan tercapai dalam waktu satu bulan. “Tidak hanya pohon pelindung, kita juga mengimbau untuk menanam pohon produktif seperti mangga atau rambutan di setiap perkampungan di Jakarta Selatan,” tambahnya. Mantan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta ini juga meminta kepada jajaran TP PKK Jakarta Selatan untuk lebih meningkatkan program kerjanya seperti, pengolahan dan pemanfaatan sampah dan pendidikan anak usia dini (PAUD). “Sebanyak 100 guru akan kita berikan beasiswa pendidikan agar kualitas PAUD dapat ditingkatkan,” tandas Syahrul.
|
![]()
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |