BERITAJAKARTA.COM — 09-02-2010 15:19
Keberadaan sekolah kejuruan dianggap cukup ampuh dalam menyiapkan tenaga kerja terampil sehingga dapat membantu upaya Pemprov DKI dalam menekan jumlah pengangguran. Namun, sayangnya popularitas sekolah kejuruan belum terlalu familiar di mata masyarakat, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih intens lagi. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap agar Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta ikut membantu menyosialisasikan keberadaan sekolah kejuruan tersebut.
“Dharma Wanita harus mampu menunjukkan potensi dan keunggulan terlebih pada bidang kewanitaan. Untuk memajukan pendidikan diharapkan Dharma Wanita bisa membantu menyosialisasikan dan mendorong partisipasi masyarakat masuk sekolah kejuruan agar lebih terampil dan mudah dalam mencari pekerjaan,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta saat membuka Musda II Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta di Gedung Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Selasa (9/2).
Selama ini, kata Fauzi Bowo, peranan Dharma Wanita sudah banyak memberi kontribusi yang positif terhadap Pemprov DKI. Dharma Wanita juga telah sukses melakukan peran ganda dengan membantu kerja para suami serta memberikan kesejahteraan anggotanya.
“Saya berharap ke depan, pada pengurusan yang baru dan dengan kondisi yang berbeda Dharma Wanita juga siap menghadapi tantangan yang berbeda pula. Tentunya, dengan inovasi dan trobosan yang baru,” pesan orang nomor satu di Jakarta ini.
Ketua Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta Wien Ritola Tasmaya mengungkapkan, sudah banyak yang dilakukan Dharma Wanita terutama dalam hal membantu masyarakat untuk lebih maju dan sejahtera, di antarannya melakukan sosialisasi kepada perempuan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, membantu penanaman pohon, bakti sosial, dan pengembangan usaha bagi kalangan ibu rumah tangga. “Banyak yang sudah dilakukan mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, dan masalah perempuan,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan melalui Musda II pihaknya berharap anggota Dharma Wanita meningkatkan potensi dan kreativitasnya sebagai mitra kerja Pemprov DKI Jakarta. "Musda II diharapkan turut berperan aktif dalam menyukseskan tujuan nasional,” tuturnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat, Nila F Moeloek, mengatakan ke depan Dharma Wanita masih harus melakukan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat. “Ada beberapa masalah yang ada di antaranya, kemiskinan, pendidikan, kasus ibu melahirkan, kematian anak, gender, penyakit menular, lingkungan, dan aborsi,” ungkapnya.
Dengan memberdayakan masyarakat lewat pendidikan, menurutnya, dapat mengangkat harkat masyarakat dari jurang kemiskinan. "Jangan sampai warga bodoh dan miskin, lalu timbul tindakan anarkis,” ujarnya.
Musda II kali ini diikuti oleh 400 peserta di antaranya perwakilan dari 53 unsur pelaksana dinas dan instansi, 6 unsur pelaksana kota/kabupaten administrasi, dan 44 unsur DWP kecamatan. Rencananya Musda akan memilih ketua dan saat ini tercatat lima kandidat siap bertarung di ajang tersebut.