BERITAJAKARTA.COM — 04-04-2009 13:08
Tak ingin tragedi Situ Gintung terjadi di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan rehabilitasi dan perbaikan terhadap rumah pompa di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Karena saat ini terdapat beberapa rembesan yang bisa mengurangi kemampuan pompa yang ada. Rencananya, disain konstruksi rumah pompa dirancang agar mampu bertahan hingga 30 tahun ke depan. Untuk merealisasikan rencana ini, pemprov menyiapkan anggaran Rp 15 miliar.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (3/4) malam, didapati beberapa fakta yang membuat pemprov harus bertindak cepat. Terdeteksi adanya rembesan yang membawa konsekuensi terhadap beberapa bagian struktur dari pompa kendati tidak secara keseluruhan. “Ada beberapa bagian struktur yang terkena rembesan. Sehingga empat dari 11 mesin pompa akan kita matikan sementara untuk melihat sejauh mana kerusakan atau rembesan terhadap struktur pompa,” jelas Foke.
Gubernur berjanji akan memperbaiki terlebih dahulu kerusakan yang ada saat ini. Setelah itu, ada pemikiran untuk mengubah lay out dan disain konstruksi pada rumah pompa ini untuk dipersiapkan 20-30 tahun mendatang. Untuk itu, pria yang akrab disapa Foke ini telah memerintahkan jajarannya untuk membahas disain perencanaan tersebut. Sehingga dalam waku dekat bisa segera melakukan tender untuk mengerjakan proyek ini. “Perbaikan nantinya akan selesai sebelum musim penghujan datang. Pemprov DKI sudah menyiapkan biaya Rp 15 miliar yang akan segera kita geser dari anggaran yang ada di Dinas Pekerjaan Umum,” tandas Foke.
Secara keseluruhan 11 mesin pompa di Waduk Pluit mampu memompa air sebanyak 46 meter kubik per detik. Sedangkan yang akan dimatikan sementara sebanyak empat mesin pompa yang berkekuatan 12 meter kubik per detik. Selain itu, dari hasil sidak tersebut Foke pun menemukan adanya retakan di bagian depan bangunan waduk yang menjorok ke laut. “Kita amankan terutama yang bagian depan waduk dengan beronjong sambil menunggu rehabiltasi,” ungkap Foke.
Dari temuan-temuan di atas, Foke mengemukakan bahwa kerusakan-kerusakan tersebut tidak akan berpengaruh kepada penduduk terutama yang bermukim di sekitar waduk. Sehingga dalam pengerjaannya nanti tidak perlu melakukan evakuasi. “Yang jelas saya tekankan bahwa ini tidak ada dampaknya dengan penduduk,” tegas Foke.
Menurutnya, fungsi rumah pompa ini untuk membuang air dari waduk ke laut. Jika ada beberapa mesin yang dimatikan sementara, masih ada pompa-pompa lain yang berfungsi. “Untuk saat ini yang difungsikan sudah lebih dari cukup. Namun jika terjadi hujan yang cukup deras, maka akan kita fungsikan semua,” pungkasnya.