|
|
|
|
12 Investor Bergabung di KBN
Krisis global yang melanda dunia tampaknya tidak berpengaruh bagi industri yang tergabung dalam PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Jakarta Utara. Buktinya, pada Desember 2008 terdapat 12 investor yang menanamkan modalnya di KBN. Dengan adanya investor baru ini diprediksi mampu menyerap 7.000 tenaga kerja baru di Jakarta. Bahkan, pekan lalu sudah ada investor Cina dan Korea yang melirik PT KBN. Akhir 2008, ada 12 investor yang menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) senilai US$ 14,80 juta dengan PT KBN. Investor tersebut terdiri enam investor industri asing dan enam investor dibidang logistik yang berasal dari dalam negeri. “Pada Desember lalu PT KBN baru melakukan MoU dengan 12 investor di bidang industri dan logistik. Harapannya ke depan, tentu ini dapat menampung tenaga kerja dari perusahaan lain,” ujar Eddy Ihut Siahaan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT KBN, saat ditemui di Balaikota, Selasa (13/1). Bahkan, lanjut dia, pekan lalu ada perusahaan dari Cina dan Korea yang tertarik berafiliasi dengan PT KBN. Sementara itu, dari 12 perusahaan yang baru bergabung diprediksi mampu menampung tenaga kerja hingga 7.000 orang. Ia meminta, pada 12 investor itu agar memprioritaskan tenaga kerja yang telah dirumahkan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Saat ini terjadi fluktuasi eksistensi perusahaan yang ada di kawasan KBN. Jika ada perusahaan yang keluar dari KBN maka dalam waktu tidak lama digantikan perusahaan lain. Di KBN, ada perusahaan yang mengurangi dan malah ada yang menambah luas lahannya. Misalnya, di Guatemala (Amerika Tengah) perusahaan garmen asal Korea yakni PT Hansol, telah menutup perusahaannya. Padahal, perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan garmen terbesar di Korea. Belakangan perusahaan raksasa itu akan berinvestasi di Jakarta, utamanya di KBN. Langkah investasi ini merupakan solusi yang dilakukan PT Hansol tersebut, untuk menghidupkan kembali perusahaan garmennya. Diperkirakan lahan yang akan digunakan PT Hansol seluas 5.400 hektar. Jika beroperasi maka perusahaan garmen itu diperkirakan akan menampung 2.000–3.000 tenaga kerja. ”Saya minta agar mereka memprioritaskan tenaga kerja dari perusahaan lain yang telah mengurangi tenaga kerjanya,” lanjut Eddy. Secara umum, Eddy memprediksi bahwa hingga saat ini hanya sekitar tiga perusahaan yang mulai goyang diterpa krisis global. Namun sejauh ini belum ada karyawan yang dirumahkan akibat kolapsnya perusahaan tersebut. “Belum ada laporan langsung. Yang jelas, angkanya sedikit sekitar tiga perusahaan yang mulai goyang,” katanya. Sementara, jumlah perusahaan yang saat ini masih aktif di KBN mencapai 120 perusahaan yang bergerak di bidang procesing, 35 di bidang logistik, dan 155 di sektor lainnya. Seluruh perusahaan tersebut tersebar di tiga KBN yakni di KBN Cakung, Marunda, dan Tanjungpriok. Total jumlah karyawan di tiga KBN itu mencapai 79 ribu tenaga kerja. Adapun luas KBN terdiri dari KBN Cakung seluas 176.7 hektar terdiri 166,5 hektar berstatus berikat dan 10,2 hektar berstatus non berikat. Di KBN Marunda, lahannya seluas 413.8 hektar terdiri 118 hektar (berikat) dan 287,2 hektar (non berikat), dan 8,6 hektar berupa lahan Sarang Bango. Kemudian di KBN Tanjungpriok, lahannya seluas delapan hektar yang seluruhnya berstatus berikat. Eddy menegaskan, sejauh ini KBN masih dalam keadaan kondusif. Karenanya ia mengajak pada seluruh komponen, termasuk dari kalangan media massa untuk dapat menjaga situasi yang kondusif ini sehingga dapat menarik minat investor asing.
|
![]()
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |